Saturday, July 4, 2015

“Rock Segar” ala Nuova

Cover album Nuova: Rock The Way (foto: Twitter Nuova)

RAUNGAN gitar dengan full distorsi, gebukan drum yang energik dan dinamis, plus vokal serak-serak, parau. Adakah yang lebih ngerock daripada itu? Nuova menyajikannya dalam debut album mereka yang diberi tajuk “Rock The Way”.

Ya, Nuova memang tengah mencoba menyeruak masuk dalam gegap gempita musik negeri ini. Jalur pilihan mereka jelas, rock! Nuova mencoba menawarkan pilihan baru untuk telinga penggemar musik, khususnya rock.

“Harapan ideal kami ingin menyegarkan kembali telinga para penggemar rock. Tapi, yang utama, kami ingin memuaskan diri sendiri terlebih dahulu,” ujar Hendry Halim, sang gitaris.

Maka itu, demi proyek idealis ini, Hendry bersama Hendrik Wijaya (drum) dan Willy W.T (vokal), berusaha maksimal mengerjakan album yang berisikan delapan lagu ini. Total, tak kurang dari tiga tahun mereka menyiapkan album ini, mulai proses pembuatan lagu, rekaman, serta mixing dan mastering, yang dikerjakan Yobbi Ananta Wiratama di GRIM Studio, Radio Dalam, Jakarta.

Hasilnya pun menjanjikan. Lagu-lagu yang dikemas di album yang dirilis sejak Juni ini terdengar begitu segar dan “kekinian”, meski sound tahun 1990-an masih terasa pengaruhnya. Sound rock 1990-an memang jadi salah satu refrensi Nuova.

Hendry pun tanpa sungkan menyebut musik mereka banyak terpengaruh dari grup-grup seperti Guns N’ Roses, Foo Fighters, Dream Theater, hingga Muse. Ada juga influence dari  grup Jepang, Laruku. Sementara untuk sound 1970-an, Led Zeppelin dan The Clash jadi acuan mereka.

Coba dengarkan lagu “Funny Game” yang ditempatkan di track ketiga. Di situ Anda akan mendengar gitaran Hendry meraung khas sound 1990-an. Tapi ada juga unsur alternatif rock di lagu yang diciptakan Hendry bersama William Mulyadi ini.

Sementara di lagu “Rock The Way”, suara Willy begitu gagah memberi nyawa lagu. Dipadu dengan sound dan kocokan gitar Hendry yang kental nuansa Japanese Rock, membuat lagu ini bakal terdengar amat megah jika dimainkan secara live. O ya, untuk pemain bass saat live sendiri hingga saat ini, mereka masih menggunakan additional player, Rheza Franklin, namanya.

Lagu “Sahabat” yang ditempatkan di track kedua, sebenarnya agak terdengar ngepop. Namun, lagi-lagi gitaran Hendry yang sangat ngerock, seolah “menolak” asumsi itu. Apalgi di awal lagu, gebukan drum Hendrik begitu dinamis.

Lagu “Win” yang berada di track ketujuh adalah favorit saya. Lagu ini njelimet, tapi asyik. Gitaran Hendry begitu full mengisi nyaris seluruh badan lagu dengan riff yang berubah-ubah khas progressive rock. Kecepatan tangan sang gitaris juga begitu mengagumkan. Gila...ini lagu keren banget..aselik!

Oiya nuansa progressive memang cukup kental saya dengar, di luar  Japanese Rock yang diakui Hendry juga cukup memengaruhi mereka. Setidaknya jika kita mendengar lagu “Hilarity” . Terus terang lagu ini, menurut ogut agak berbeda. Ada kesan kelam di lagu ini, namun tetap dalam konteks positif. Jika Anda serius mendengarkannya, bisa bikin melayang mungkin.. he, he, he....

Yang juga menarik, lagu-lagu yang kebanyakan ditulis dalam bahasa Inggris ini nyaris tak bicara soal cinta. Tema-tema yang diangkat lebih banyak menyoroti tentang kehidupan sehari-hari, layaknya perjalanan hidup seseorang. Hendry menyebut syair-syair lagu mereka banyak lahir dari pengalaman pribadi, terutama Hendry dan Hendrik yang memiliki porsi terbanyak dalam penulisan lagu.

Coba saja simak syair lagu “Move On” ini:
Dan kini semua sesal
Semua sedih tiada berguna
Hati kecilku berbisik
Semua telah lalu
Selamat datang hari baru

Yang sudah berlalu, kata mereka, biarkan saja berlalu. Tak perlu pusing dipikirkan lagi.  Yang terpenting adalah bagaimana kita kembali menata hidup, melangkah ke depan. Setuju!

Tentang Nuova
NUOVA: Hendry (gitar), Hendrik (drum), Willy (vox)
Nuova sendiri, menurut Hendry resminya dibentuk pada tahun 2012. Namun, sebelum itu, para personelnya tentu sudah memiliki jam terbang lumayan tinggi dengan grup-grup mereka sebelumya. Hendry sendiri sempat membentuk Scrabble, Kurusetra, serta Freya.

Menyimak perjalan karier laki-laki kelahiran Jakarta, 28 tahun lalu ini memang menarik. Dia mengaku terinspirasi menjadi seorang gitaris usai mendengar petikan gitar Jimmy Page di lagu “Stairway to Heaven”. Itu terjadi saat dia masih berusia belasan, duduk di bangku SMP.

“Setelah mendengar lagu itu, saya jadi sering berkhayal menjadi gitaris. Bergaya di rumah, raket saya anggap gitar...ha, ha, ha, ha...” Hendry mengenang. Setelah itu, tekadnya pun bulat untuk hidup dari musik sejak duduk di bangku SMA.

Kini, di lingkungan komunitas gitaris, nama Hendry sudah tak asing lagi. Dia merupakan founder GitarisINA, komunitas gitaris berbasis sosial media, tepatnya Twitter. Pengikutnya kini telah mencapai 16.400 followers.

Tak hanya itu, Hendry, yang sejak Februari 2014 didaulat sebagai endroser gitar Ibanez Premium S970CW dan VOX Amplifier ini  juga masih terlibat aktif dalam acara Gitaran Sore yang digagas Majalah Gitar Plus.

Ogut with Om Hendry di Gitaran Sore, Bekasi
“Acara Gitaran Sore harus diapresiasi. Gak ada lagi yang bisa bikin acara gitar heboh kayak gitu. salut untuk Majalah Gitar Plus dan ibu Intan sebagai penggagasnya,” kata Hendry yang mengidolai Slash, Joe Satriani, Andy Timmons, dan Matt Bellamy.

Dengan Hendrik sendiri, Hendry mengaku sudah berkawan lama. Bahkan, sebelum terbentuknya Nuova, dia juga sudah bermain dengan drummer kelahiran tahun 1986 itu. Kebetulan, saat ini, keduanya sama-sama tercatat sebagai instruktur di sekolah musik Delta Music School, Jakarta Barat.

Sementara Willy, personel termuda, kelahiran tahun 1992, menurut Hendry, awalnya adalah salah satu siswa di sekolah musik, tempat dia dan Hendrik mengajar. “Karena cocok, suaranya keren. Ya kami lanjut,” Hendry menerangkan. Kata Hendry, karakter vokal Willy sangat cocok dengan warna musik modern rock yang mereka mainkan.

Kini, Hendry menyebut, untuk sementara Nuova masih fokus promosi memasarkan album mereka di media sosial, sambil menyusun strategi lain. Termasuk menawarkan karya mereka ke radio-radio. Oke deh..sukses terus buat Nuova. Keep Rock n roll alive!

@edukrisnadefa
  






4 comments:

  1. Berkarya dan terus berkarya adalah cara bijaksana dalam mengisi hidup ini dengan karya.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete